Sejumlah warga mengaku cukup terkejut dengan kenaikan tersebut, meskipun sebagian sudah mulai terbiasa dengan perubahan harga BBM non-subsidi yang terjadi secara berkala. “Ya mau gimana lagi, memang sudah sering naik. Tapi tetap terasa berat juga, apalagi kalau sering isi full tank,” ujar salah satu pengguna kendaraan di Jakarta.
Di sisi lain, pihak terkait menyebut bahwa penyesuaian harga ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi serta menyesuaikan kondisi pasar global. Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo ditentukan berdasarkan formula yang mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk harga minyak internasional dan biaya distribusi.
Pengamat energi menilai, tren kenaikan harga BBM ini kemungkinan masih akan berlanjut apabila harga minyak dunia terus mengalami tekanan. Selain itu, nilai tukar rupiah yang belum stabil juga menjadi faktor penting dalam penentuan harga.
Meski demikian, pemerintah tetap memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti Pertalite dan Solar, agar tidak terlalu terdampak oleh kenaikan harga BBM non-subsidi.
Dengan harga yang kini mendekati angka Rp20 ribu per liter, pengguna Pertamax Turbo diharapkan mulai mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahan bakar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih beradaptasi dengan berbagai tekanan global.
Di sisi lain, pihak terkait menyebut bahwa penyesuaian harga ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi serta menyesuaikan kondisi pasar global. Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo ditentukan berdasarkan formula yang mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk harga minyak internasional dan biaya distribusi.
Pengamat energi menilai, tren kenaikan harga BBM ini kemungkinan masih akan berlanjut apabila harga minyak dunia terus mengalami tekanan. Selain itu, nilai tukar rupiah yang belum stabil juga menjadi faktor penting dalam penentuan harga.
Meski demikian, pemerintah tetap memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti Pertalite dan Solar, agar tidak terlalu terdampak oleh kenaikan harga BBM non-subsidi.
Dengan harga yang kini mendekati angka Rp20 ribu per liter, pengguna Pertamax Turbo diharapkan mulai mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahan bakar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih beradaptasi dengan berbagai tekanan global.
Catatan Redaksi:
Artikel ini diterbitkan oleh BeritaDunia. Setiap pembaruan akan ditampilkan melalui halaman artikel ini.