JAKARTA β Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses pendataan masih terus dilakukan. Selain korban jiwa, tercatat 13 warga mengalami luka berat dan 25 warga lainnya mengalami luka ringan akibat gempa yang terjadi pada pukul 10.27 WIB tersebut.
BNPB juga mencatat sekitar 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak. Sejumlah warga masih bertahan di lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi benar-benar stabil mengingat masih terjadinya gempa susulan.
Dari sisi kerusakan, sedikitnya 67 rumah terdampak akibat gempa. Sebanyak 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, serta tiga tempat usaha milik warga.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Jalan tersebut dilaporkan mengalami amblas sehingga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Hingga beberapa jam setelah gempa utama terjadi, BMKG mencatat sedikitnya sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,5 hingga 4,6 yang berpusat di sekitar Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
Pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai pihak terkait terus melakukan penanganan darurat, pendataan korban, serta pemantauan kondisi di wilayah terdampak. Data korban dan kerusakan masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen yang terus berlangsung di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses pendataan masih terus dilakukan. Selain korban jiwa, tercatat 13 warga mengalami luka berat dan 25 warga lainnya mengalami luka ringan akibat gempa yang terjadi pada pukul 10.27 WIB tersebut.
BNPB juga mencatat sekitar 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak. Sejumlah warga masih bertahan di lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi benar-benar stabil mengingat masih terjadinya gempa susulan.
Dari sisi kerusakan, sedikitnya 67 rumah terdampak akibat gempa. Sebanyak 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, serta tiga tempat usaha milik warga.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Jalan tersebut dilaporkan mengalami amblas sehingga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Hingga beberapa jam setelah gempa utama terjadi, BMKG mencatat sedikitnya sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,5 hingga 4,6 yang berpusat di sekitar Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
Pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai pihak terkait terus melakukan penanganan darurat, pendataan korban, serta pemantauan kondisi di wilayah terdampak. Data korban dan kerusakan masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen yang terus berlangsung di lapangan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini diterbitkan oleh BeritaDunia. Setiap pembaruan akan ditampilkan melalui halaman artikel ini.