Presiden Prabowo Subianto mulai mempertimbangkan konsep kendaraan kepresidenan dengan desain yang lebih terbuka untuk mendukung interaksi langsung dengan masyarakat saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.
Gagasan tersebut disampaikan Prabowo ketika menghadiri peluncuran ribuan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme warga membuat dirinya sering berdiri dari dalam kendaraan demi menyapa masyarakat yang memadati jalan.
Menurut Prabowo, banyak warga rela menunggu berjam-jam di bawah panas matahari hanya untuk melihat rombongan presiden melintas. Karena itu, ia merasa penting untuk memberikan respons langsung kepada masyarakat dengan melambaikan tangan maupun menyapa mereka dari kendaraan.
Atas dasar tersebut, Prabowo berencana meminta PT Pindad menyiapkan rancangan mobil khusus yang memungkinkan dirinya tetap terlihat publik tanpa mengurangi aspek keamanan kepresidenan.
Ia bahkan sempat menyinggung nama Direktur Utama Pindad, Sigit Puji Santosa, yang sebelumnya dikenal sebagai perancang kendaraan Maung MV3 Garuda Limousine. Kendaraan tersebut telah digunakan sebagai mobil resmi Presiden sejak awal masa pemerintahan Prabowo pada Oktober 2024.
Maung MV3 Garuda Limousine merupakan kendaraan taktis yang telah dimodifikasi menjadi mobil kepresidenan dengan perlindungan antipeluru dan teknologi ban run flat tyre, sehingga tetap dapat berjalan meski ban mengalami kerusakan.
Selain digunakan di dalam negeri, kendaraan itu juga sempat mendampingi kunjungan luar negeri Presiden, termasuk lawatan ke Filipina beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Pindad juga pernah membuat kendaraan seremonial khusus untuk kunjungan Pope Francis ke Indonesia. Kendaraan tersebut dirancang dengan bagian belakang terbuka sehingga memungkinkan Paus berdiri dan menyapa masyarakat secara langsung.
Konsep serupa kini menjadi inspirasi bagi rencana kendaraan kepresidenan baru yang diinginkan Prabowo, yakni mobil yang tetap aman namun memberi ruang interaksi lebih dekat antara Presiden dan rakyat.
Gagasan tersebut disampaikan Prabowo ketika menghadiri peluncuran ribuan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme warga membuat dirinya sering berdiri dari dalam kendaraan demi menyapa masyarakat yang memadati jalan.
Menurut Prabowo, banyak warga rela menunggu berjam-jam di bawah panas matahari hanya untuk melihat rombongan presiden melintas. Karena itu, ia merasa penting untuk memberikan respons langsung kepada masyarakat dengan melambaikan tangan maupun menyapa mereka dari kendaraan.
Atas dasar tersebut, Prabowo berencana meminta PT Pindad menyiapkan rancangan mobil khusus yang memungkinkan dirinya tetap terlihat publik tanpa mengurangi aspek keamanan kepresidenan.
Ia bahkan sempat menyinggung nama Direktur Utama Pindad, Sigit Puji Santosa, yang sebelumnya dikenal sebagai perancang kendaraan Maung MV3 Garuda Limousine. Kendaraan tersebut telah digunakan sebagai mobil resmi Presiden sejak awal masa pemerintahan Prabowo pada Oktober 2024.
Maung MV3 Garuda Limousine merupakan kendaraan taktis yang telah dimodifikasi menjadi mobil kepresidenan dengan perlindungan antipeluru dan teknologi ban run flat tyre, sehingga tetap dapat berjalan meski ban mengalami kerusakan.
Selain digunakan di dalam negeri, kendaraan itu juga sempat mendampingi kunjungan luar negeri Presiden, termasuk lawatan ke Filipina beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Pindad juga pernah membuat kendaraan seremonial khusus untuk kunjungan Pope Francis ke Indonesia. Kendaraan tersebut dirancang dengan bagian belakang terbuka sehingga memungkinkan Paus berdiri dan menyapa masyarakat secara langsung.
Konsep serupa kini menjadi inspirasi bagi rencana kendaraan kepresidenan baru yang diinginkan Prabowo, yakni mobil yang tetap aman namun memberi ruang interaksi lebih dekat antara Presiden dan rakyat.
Catatan Redaksi:
Artikel ini diterbitkan oleh BeritaDunia. Setiap pembaruan akan ditampilkan melalui halaman artikel ini.