International News Network
Senin, 11 Mei 2026
War

Trump Ancam Iran: Serangan Udara Dimulai Jika Gagal Sepakat

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras kepada Iran terkait negosiasi yang belum mencapai titik temu. Ia memperingatkan bahwa serangan militer bisa kembali dilakukan dengan intensitas lebih besar jika kesepakatan gagal tercapai, meskipun peluang diplomasi masih terbuka.

Jakarta, 07 Mei 2026 02:13 WIB • Amerika Serikat • 13 views
Trump Ancam Iran: Serangan Udara Dimulai Jika Gagal Sepakat
Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan tegas kepada Iran di tengah kebuntuan proses perundingan antara kedua pihak. Trump menegaskan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan berpotensi memicu kembali aksi militer dengan skala yang lebih besar.

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menyebut penghentian operasi militer yang dikenal sebagai “Epic Fury” sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk memenuhi poin-poin kesepakatan yang telah diajukan. Ia juga mengindikasikan bahwa pembukaan akses Selat Hormuz bagi seluruh pihak, termasuk Iran, dapat terwujud apabila kesepakatan tercapai.

Namun demikian, Trump menekankan bahwa apabila negosiasi tidak membuahkan hasil, maka opsi militer akan kembali diambil dengan intensitas yang disebut lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Ia turut mengakui bahwa peluang tercapainya kesepakatan masih bersifat tidak pasti.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa tahap utama dari Operasi Epic Fury telah diselesaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyampaikan kepada Kongres bahwa operasi tersebut telah memasuki fase akhir.

Pemerintah AS sebelumnya juga menginformasikan kepada parlemen bahwa konflik telah mereda seiring diberlakukannya gencatan senjata. Langkah tersebut dinilai turut menghindari kewajiban administratif untuk memperoleh persetujuan Kongres dalam konflik berkepanjangan.

Meski demikian, Washington tetap menggarisbawahi kesiapan untuk merespons secara tegas apabila terjadi ancaman terhadap kepentingannya, termasuk terhadap kapal-kapal AS di kawasan. Trump juga memperkenalkan inisiatif “Proyek Kebebasan” yang ditujukan untuk menjamin kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

Rubio menambahkan bahwa pendekatan yang diambil bersifat defensif, dengan penegasan bahwa tindakan militer hanya akan dilakukan sebagai respons atas serangan.

Sebelumnya, eskalasi ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat sejak akhir Februari, menyusul serangan terhadap sejumlah target strategis di Iran. Serangan tersebut diikuti dengan respons dari Iran berupa peluncuran rudal dan drone ke beberapa wilayah.

Pada awal April, Trump mengumumkan gencatan senjata yang kemudian diperpanjang. Namun hingga kini, proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih belum mencapai titik temu.