International News Network
Senin, 11 Mei 2026
Bencana

Ledakan Dahsyat Hancurkan Pabrik Kembang Api di China, 26 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

ledakan terjadi secara tiba-tiba dan langsung memicu kobaran api besar yang terlihat dari jarak cukup jauh. Warga sekitar mengaku mendengar suara dentuman keras disertai getaran yang terasa hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Jakarta, 09 Mei 2026 05:42 WIB • China • 6 views
Ledakan Dahsyat Hancurkan Pabrik Kembang Api di China, 26 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka
BEIJING, KOMPAS TV — Ledakan besar mengguncang sebuah pabrik kembang api di Provinsi Hunan, China, pada Senin (4/5/2026) sore waktu setempat. Insiden yang terjadi di kompleks Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Co di Kota Liuyang itu menewaskan sedikitnya 26 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.

Liuyang dikenal sebagai salah satu pusat produksi kembang api terbesar di dunia. Menurut laporan media pemerintah China yang dikutip dari Associated Press, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan memicu kobaran api besar yang terlihat dari jarak jauh. Warga sekitar mengaku mendengar dentuman keras disertai getaran kuat hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan di sekitar kawasan industri. Potongan material bangunan dan serpihan logam ditemukan berserakan di area sekitar pabrik.

Tim pemadam kebakaran dan petugas penyelamat langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pemadaman api. Namun proses penyelamatan berlangsung sulit karena ledakan kecil masih terus terjadi setelah ledakan utama. Kondisi diperparah dengan banyaknya bahan peledak dan bubuk mesiu yang tersimpan di gudang pabrik.

Wali Kota Changsha, Chen Bozhang, menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan memastikan sebagian besar proses pencarian telah selesai. Sementara itu, Sekretaris Partai Biro Manajemen Darurat Changsha, Ding Weiming, mengatakan ledakan susulan berasal dari bahan setengah jadi yang masih terbakar di dalam area pabrik.

Pemerintah China kini melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem keamanan dalam penyimpanan atau proses produksi bahan kimia kembang api. Tragedi ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan kerja di industri bahan peledak di China.