JAKARTA, 6Mei 2026 ; Warga berkerumun di tepian Sungai Ciliwung yang dipenuhi sampah, menyaksikan para petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melemparkan jala ke air berwarna cokelat setinggi leher.
Beberapa saat kemudian, jala yang terisi penuh diangkat dari air, disambut sorak-sorai puluhan warga sekitar.
Hanya dalam dua jam pada Kamis (30/4) pagi itu, petugas berhasil menjala lebih dari 200 ikan. Kesemuanya adalah ikan suckermouth alias sapu-sapu, atau disebut juga "janitor fish" di beberapa tempat di Asia Tenggara.
Ikan pemakan dasar yang termasuk dalam genus Pterygoplichthys ini berasal dari perairan tropis Amerika Selatan, di belahan bumi lainnya.
Kini ikan ini telah mendominasi - bahkan terkadang satu-satunya spesies - di hampir seluruh sungai, danau, waduk, dan kanal Jakarta yang tercemar. Keberadaan mereka telah secara tajam mengurangi populasi ikan-ikan lokal seperti baung merah, wader, atau gabus.
"Warga di sini pertama kali menyadari keberadaan sapu-sapu pada tahun 1980-an,” kata Baharuddin, 69, warga setempat, kepada CNA. “Dulu, mudah menemukan jenis ikan lain. Tapi sekarang, bagian sungai ini 100 persen sapu-sapu.”
Di Filipina, ikan ini telah menyebar ke berbagai jalur air di sekitar Manila, termasuk Sungai Pasig dan Danau Laguna, membuat spesies lokal terusir dan mengubah ekosistem setempat.
Sementara itu di Malaysia, ikan ini telah mendominasi sebagian Sungai Klang serta perairan lain di Kuala Lumpur dan Selangor.
Pada 2024, Departemen Perikanan Malaysia memperkirakan bahwa 80 hingga 90 persen populasi ikan di Lembah Klang didominasi oleh tiga jenis ikan sapu-sapu. Pemerintah setempat memperingatkan bahwa kehidupan akuatik lokal di sana bisa segera menghilang.
Pada awal bulan ini, Direktur Jenderal Departemen Perikanan Adnan Hussain mengatakan, berbagai langkah pengendalian telah ditempuh, tetapi kondisinya sudah “mencapai tingkat kritis”, dengan ikan lele sapu-sapu menjadi faktor yang paling merusak.
Kesehatan
Dari Jakarta hingga Lembah Klang, mengapa ikan sapu-sapu sulit sekali diberantas?
Berasal dari Amerika Selatan, ikan sapu-sapu menjadi invasif dan memenuhi sungai-sungai di beberapa negara Asia Tenggara.